Office Jl. Hayam Wuruk gg Sidodadi no 1 Bausasran Yogyakarta
085943777822

Produksi Tas Yogyakarta

Pusat Pabrik & Produsen Tas Ransel Seminar Tote Bag Murah

Produksi Tas Yogyakarta

Apa yang tersusun dari sebuah pabrik?? Selain Pimpinan dan para karyawan. Karena sebuah pabrik tidak akan berjalan juga tanpa dua komponen itu. Pimpinan bertugas untuk mengatur dan mengawasi para karyawan, sedangkan Karyawan adalah pelaku yang menjalankan kegiatan pabrik. Di dalam pabrik pasti membutuhkan bahan dan alat. Dan adapula fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh pabrik untuk karyawannya. Fasilitas seperti AC/kipas angin, speaker, wifi, atau yang lain.
Sebagai contoh sebuah Pabrik Tas Yogyakarta. Pabrik itu mempunyai satu pimpinan atau manager, dan mempunyai beberapa karyawan yang nantinya akan melakukan produksi tas, mulai dari:
1. Tahap Penggambaran pola tas
Penggambaran pola biasa dilakukan oleh-oleh orang-orang yang sudah pandai dalam bagian ini. Mereka akan menentukan ukuran dan mengukur ukuran tas yang akan dipesan. Sehingga yang diharapkan tas akan sesuai dengan permintaan konsumen. Penggambaran pola biasanya dilakukan secara manual alat tulis dam penggaris. Atau juga bisa menggunakan komputer
2. Tahap Pemotongan gambar hasil pola yang telah dibuat
Setelah proses penggambaran pola sudah selesai dan tepat. Maka selanjutnya adalah proses pemotongan gambar hasil dari pola yang telah dibuat tadi. Pemontongannya dapat dilakukan secara manual atau langsung dari bagian pemotong.
3. Tahap Penjahitan
Jika gambar hasil pola sudah terpotong langkah selanjutnya adalah penjahitan. Yang biasa dilakukan dengan mesin jahit. Karena jika dilakukan dengan jahit manual alias dengan tangan, maka tak akan rapi dan akan memakan waktu yang sangatlah lama. Maka Di Pabrik tas alat yang harus ada salah satunya adalah mesin jahit. Walau kadang sudah menggunakan mesin jahit tapi masih ada yang kurang rapi. Jadi sangat diharapkan juga para penjahit dapat menggunakan mesin jahit secara maksimal. Agar kualitas kerapian menjadi baik. Karena ada sebagian Pabrik tas yang hanya menggunakan lem saja untuk merekatkan, hanya menggunakan sedikit jasa mesin jahit. Dan itu sangat berpengaruh pada kualitas tas itu sendiri.
4. Tahap packing
Yang terakhir adalah tahap packing, setelah tas sudah selesai melalui proses penjahitan. Maka jadilah sebuah tas yang diharapkan sesuai dengan pola yang awalnya dibuat. Di tahap Packing tas-tas itu akan di bungkus agar menarik. Dan setelahnya siap di distribusikan. Kadang didalam tas diberi kertas atau koran agar bentuknya lebih menarik saat dipacking.
Terlepas dari proses proses produksi para karyawan Pabrik tas Yogyakarta juga mempunyai kewajiban mematuhi dan menghormati pimpinan. Mematuhi peraturan-peraturan yang ada di dalam pabrik. Contohnya perihal: jam masuk jam keluar, berbagai macam ijin, ataupun larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan dilakukan didalam pabrik.
Bahan dan alat yang sekiranya diperlukan di Pabrik Tas Yogyakarta diantaranya adalah:
1. Kain

Kain adalah bahan utama yang harus ada untuk membuat tas. Dan jenis-jenis kain pun sangatlah beragam menyesuaikan jenis pesanan tas. Mulai dari tekstur, serat, ketebalan, warna daya tahan tahan kain. Jenis –jenis kain pun sangat beragam seperti nilon, kanvas, blacu, diamond, piyu dan lainnya. Biasanya jika dipabrik akan jenis kain yangakan dibuat tas disesuaikan dengan kemauan pemesan.

2. Gunting
Selain berguna untuk memotong pola, gunting juga berguna untuk memotong jahitan yang kira-kira dipandang kurang rapi . juga untuk memotong benang atau hal lain yang sekiranya perlu dipotong.
3. Mesin jahit
Mesin jahit adalah alat pokok yang harus dimiliki oleh pabrik tas untuk menggabungkan dua belah kain. Menyatukan dari sisi ke sisi. Untuk menjahit tas tidak bisa sembarangan, butuh ketelatenan, agar mendapatkan tas yang sempurna. Hasil jahitan harus rapi supaya konsumen tidak akan kecewa dan membuat ketagihan.
4. Lem
Sebelum menjahit tas kita juga bisa menggunakan lem untuk merekatkan kedua sisinya terlebih dahulu. Agar lebih kuat.
5. Pensil untuk membuat pola
Sebelum membuat pola. Pola adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam membuat tas. Alat yang harus digunakan tentunya dalah pensil khusus pola. Pensil ini nantinya akan dipadu padakan dengan penggaris dalam menggunakannya.
6. Benang
Terjadinya sebuah proses jahit menjahit pasti tidak lepas dengan apa yang namanya benang. Benang untuk membuat tas ada yang berbeda dari benang yang biasa digunakan untuk menjahit pakaian. Karena mengingat kain yang digunakan.

Bahan tambahan seperi resleting tas, dan kancing magnet sebagai penutup tas. Tetapi sepertinya resleting akan lebih umum digunakan dalam pembuatan penutup tas.
Selain tahap pembuatan tas, alat dan bahan.Pasti juga memiliki beberapa peraturan yang jika dilanggar akan mendapatkan sanksi maupun denda. Misalnya saja denda ketelatan. Jadi setiap karyawan yang datang melebihi jam yang ditentukan pabrik itu. Misalnya tidak boleh lebih dari 5 menit. Begitupun dengan jam pulang yang tidak boleh kurang, alias pulang duluan. Atau bisa juga tentang ijin mendadak, yang sebenarnya tidak dianjurkan, kecuali dalam keadaan sakit. Dan walau sakitpun tetap harus menggunakan surat ijin dokter.
Untuk fasilitas pabrik itu sendiri sebenarnya beda-beda tergantung kebijakan pabriknya. Masalah makan, ada pabrik yang menyediakan makanan untuk istirahat tapi ada yang tidak. Tapi biasanya jika tidak akan diganti dengan uang makan. Ada yang sudah memakai AC sebagai pendingin ruangan, tapi ada juga yang hanya menggunakan kipas angin saja. Karena dirasa kipas angin lebih berguna atau meminimalisir pengeluaran. Ada pabrik yang memfasilitasi ruangan bermusik, dengan sebuah speaker. Yang diharapkan dengan metode ini adalah agar suasana kerja lebih menyenangkan dan seru. Dan tidak lupa untuk fasilitas P3k, yang memang sangat penting jika para karyawan terkena kecelakaan kerja. Obat-obat yang disediakan biasanya meliputi obat-obat umum yang dijual di apotek. Semisal betadine, obat diare, obat pusing, perban, ataupun macam-macam minyak seperti minyak kayu putih.
Untuk masalah resiko kerja di Pabrik tas pastinya ada. Karena semua pabrik dan semua pekerjaan juga akan memiliki resiko kerja. Semisal resiko saat proses membuat pola, ya mungkin garis akan melenceng, miring, ukuran kurang sesuai, atau kadan garis bisa saja bergelombang. Dan untuk masalah pengguntingan gambar pola, semisal guntingannya kurang rapi, pinggirannya rusak, atau ada bagian salah yang seharusnya tidak melewati garis pola.
Resiko untuk menjahit sendiri sebenarnya banyak ada berupa kecacatan tasnya missal, jahitan tidak sesuai, kurang rapi, kurang kuat. Adapula kecelakaan untuk kita selaku penjahit semisal, tergores atu terkena mesin jahit, yang menurut saya itu juga hal yang lumrah.
Jadi didalam sebuah pabrik sudah tersusun segala hal yang sedemikian rupa, agar berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena salah satu tujuan pabrik terutama pabrik tas adalah keberhasilan. Keberhasilan yang bisa didefinisikan kedalam segala hal serupa keuntungan yang selau meningkat, pabrik yang terus berkembang dan membuka cabang dimana-dimana. Terpenuhinya hak dan kewajiban yang seharusnya diperoleh seluruh karyawan.

 

CV Karya Bintang Abadi atau Tas Fandy Jogja

Office, Jl. Hayam Wuruk 99, Sidodadi No.1, Bausasran, Yogyakarta

Nomer Telepon, 0274 5018969

Website, tasfandy.co.id / karyabintangabadi.com

Nomer Costumer Service, 0878-3122-3999 (Levi)

0878-3122-1999 (Dela)

0859-4377-7822 (Jauza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *