Office Jl. Hayam Wuruk gg Sidodadi no 1 Bausasran Yogyakarta
085943777822

Pengrajin Tas di Indonesia Eksis Melalui Komunitas

Pengrajin Tas di Indonesia Eksis Melalui Komunitas

Pengrajin tas

Pengrajin tas menunjukkan upaya untuk eksis dengan menanamkan dalam dirinya unsur senasib, sepenanggungan, dan saling memerlukan di tengah zaman modern. After that zaman bertambah modern seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan meluasnya pemikiran manusia. Analogous to dengan pemikirian manusia yang telah berkembang kearah yang telah maju. Manusia yang belum dan sudah menikah pasti ingin kehidupan yang mapan dari segi ekonomi. Even more bagi manusia yang sudah berkeluarga. Because of that, saat ini kita juga menemukan wanita bekerja untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.

Kemunculan wanita di ranah publik tentunya membawa perubahan pada status sosial di tengah masyarkat. Berubahnya status sosial seorang wanita saat ini because beberapa faktor seperti perkembangan teknologi yang kian maju. And also faktor pendidikan yang mendukung kaum perempuan untuk semakin maju dan berpikir kritis. Even so, wanita yang ada di Desa di mana mereka mulai sadar akan meningkatnya kebutuhan. From that, wanita berinisiatif untuk mengubah pola hidup untuk lebih kreatif dan dapat menghasilkan sesuatu yang nilainya ekonomis.

Wanita yang bekerja sebagai pengrajin tas atau operator jahit di pabrik tas sebagai awal berkembangnya kemajuan dari teknologi. Teknologi membantu pengrajin membuat produk serta memasarkannya melalui media. Di komunitas, mereka berkumpul untuk mencari informasi atau pemberitahuan tentang model-model tas yang akan mereka buat.

Mereka biasanya bekerja berkelompok although ada juga yang mengerjakannya di rumah, pada saat pesanan banjir. Tentu saja setiap anggota ikut membantu. Wanita di pengrajin tas, membuat tas dengan cara merajut atau menjahit dengan mesin jahit.

Generally, wanita bekerja kalau bukan untuk membantu suami dalam hal pertanian dan perikanan, mereka juga menjadi pengrajin tas dan hasilnya mereka jual. In conclusion wanita mencoba untuk bisa mencari peruntungan lain yang awalnya hanya ingin mengisi waktu luang. Although, sedikit dari sekian banyak yang bisa membuka pikiran mereka untuk dapat memunculkan ide-ide dan melakukan tindakan untuk berbuat.

Pengrajin Tas Wanita

Semakin populer nama Indonesia di dunia industri tas menggerakkan kaum wanita untuk menjadi pengrajin tas and then mereka membangun komunitas juga. Kita mengharapkan dengan adanya komunitas ini bisa membawa wanita untuk melahirkan ide-ide yang positif. Furthermore, wanita pada komunitas maju bisa sebagai cerminan kepada yang lain bahwa perempuan juga bisa membuat eksis dirinya dengan cara positif.

Komunitas pengrajin tas akan mampu membawa perubahan bagi lingkungan sekitar. Perubahan ini membawa para wanita menjadi lebih modern. Hal ini menyadarkan kita semua wanita sudah tidak ingin tertinggal. Kita ketahui dahulu kala wanita hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga, membantu suami dalam mengolah hasil laut, dan lain sebagainya.

Lain halnya dengan wanita yang ada duluan mengenal komunitas dan kemudian berkumpul bersama membentuk komunitas. Dengan komunitas, mereka mampu lebih kreatif dan maju serta mampu menaikkan kelas sosial. As can be seen, selama ini kenyataannya wanita tidak bisa berbuat apa-apa tetapi setelah tergabung dengan komunitas mereka bisa maju dari segala sisi. Besides that, wanita juga berharap dengan adanya komunitas ini wanita. Wanita jangan hanya menjadi penonton saja terutama pada wanita yang tinggal di daerah tertinggal. Mereka harus memanfaatkan kesempatan yang ada.

Upaya Memertahankan Komunitas Pengrajin Tas

Berikut ini beberapa upaya wanita yang berprofesi sebagai pengrajin tas mempertahankan komunitasnya agar tetap eksis :

  1. Memiliki perasaan yang sama

Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab pergeseran peran domestik. Di mana saat ini not only laki-laki but also wanita menjadi pelaku ekonomi. Because kebutuhan yang semakin hari semakin tinggi. Jadi wanita di komunitas saling bantu untuk mencapai keadaan ekonomi yang lebih baik.

2. Memiliki tanggungan yang sama

Keadaan di komunitas haruslah tetap saling menjaga, tidak boleh bersifat acuh terhadap segalanya. Because, hal ini sangat berhubungan dengan banyak orang. Especially, kelanjutan suatu komunitas memerlukan sepenangungan yang harus dibangun pada diri masing-masing anggota dan peran ataupun
kedudukan dalam komunitas/kelompok.

3. Merasa saling memerlukan

In short komunitas itu hubungan yang mengikat solidaritas yang tinggi dan rasa persatuan akibat pengaruh dari semua anggota. Not only komunitas besar but also komunitas kecil hidup bersama dan akan merasakan komunitasnya dapat memenuhi kebutuhan/kepentingan. Because kebutuhan itu tidak terpenuhi jika hidup sendiri. In conclusion kita perlu hubungan sosial antara anggota komunitas.

4. Memertahankan mutu produk

Produk yang pengrajin hasilkan harus benar-benar terperhatikan mutunya. Perhatikan juga apakah masalah bentuk ataupun masalah lain saat memproduksinya, output dari komunitas harus mereka periksa dengan teliti. because ini menyangkut dengan perpanjangan komunitas agar selalu di percaya keunggulannya.

5. Memerluas komunitas

Pada komunitas tentunya masih terdapat beberapa kendala baik dari segi manusia maupun bahan. Because of that, komunitas terus berusaha agar cita-cita
komunitas dapat terwujud. Dengan maksud komunitas ini dapat terkenal di khalayak banyak. As a result apa yang komunitas kerjakan hari ini mendapat support dan dapat menambah jaringan pemasaran produk kerajinan tas.

Pengrajin tas

Dampak Ekonomi Karena Adanya Komunitas

Berikut beberapa dampak sosial ekonomi keterlibatan komunitas perempuan pengrajin tas :

  1. Pendapatan

Wanita bekerja untuk mendapatkan pendapatan demi keberlangsungan hidup. Komunitas membantu mereka membuka pikiran masyarakat secara langsung melalui hobi. Mengisi waktu yang kosong bagi pengangguran ternyata
mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri dan orang lain.

2. Kesehatan

Untuk mencapai kesejahteraan, kita harus sehat secara fisik dan jiwa. As a result hidup kita produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan penting bagi pengrajin tas because kegiatan ini susah dan memerlukan kehati-hatian. Bagi pemula akan
merasakan perbedaan dari keadaan tubuh yang mengalami perubahan. However, semakin sering menjahit, tubuh akan pulih secara perlalahan sering dengan kecakapan dalam membuat
produk tas.

3. Pendidikan

Pendidikan para wanita di Indonesia yang belum menginjak perguruan tinggi membuat mereka semangat mengikuti komunitas. Because, komunitas bisa memberdayakan mereka. Pemberdayaan menunjuk pola kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah. As result, mereka memiliki kekuatan atau kemampuan pertama dalam hal memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan. Secondly menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan pendapatannya. Thirdly, berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka.

Friedman menitikberatkan pemberdayaan sebagai perubahan cara berpikir perempuan. Pemberdayaan pada konteks ini tidak termasuk membekali perempuan dengan kekuasaan dan kekayaan. Tetapi membuat mereka sadar terhadap dirinya dan apa yang diinginkannya dari hidup ini. Kerjasama adalah dasar pemberdayaan untuk mencapai tujuan bersama dengan hubungan timbal balik yang saling memberdayakan.

Melalui hubungan saling membangun pada suatu komunitas tercipta dari solidaritas yang tinggi. Rasa persatuan tertanam pada semua anggota. Hal ini pada komunitas disebut untuk saling berbagi rasa atau seperasaan,sepenangungan serta saling memerlukan. Not only anggota-anggota pada komunitas besar but also komunitas kecil hidup bersama dan akan merasakan komunitasnya dapat memenuhi kebutuhan hidup. Individu pada suatu komunitas melakukan hubungan sosial because kebutuhan tidak akan terpenuhi jika sendiri.

Pengrajin tas

Keberlanjutan Komunitas Pengrajin Tas

Keberlajutan komunitas merupakan kondisi ideal yang harus terealisasi melalui strategi komprenshif yang pada prakteknya melibatkan agensi di luar komunitas. Langkah awal yaitu menentukan agensi apa saja yang bertanggung jawab menciptakan komunitas berkelanjutan. Ada tiga elemen menunjuk pemerintah, masyarakat sipil dan swasta adalah agensi yang bertanggung jawab. Pemerintah bertanggung jawab untuk membangun struktur kondusif. Swasta dan masyarakat sipil bertanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas komunitas saat melakukan eksistensi bisnis.

Kondisi covid 19 saat ini membuat khawatir para pengrajin tas. Kita bisa lihat ke sentra pengrajin tas suatu daerah di mana kegiatan jahit menjahit tidak semeriah biasanya. Kali ini terlihat lebih sepi, ada kemungkinan juga pesanan berkurang akibat kondisi ekonomi. Sepertinya ada beberapa pengrajin tas yang sudah menyediakan beragam macam tas.

Saat kondisi sulit, pengrajin tas mengaku banyak penjualan yang tertunda because biaya DP yang tidak kunjung mereka terima dari orang yang memesan tas. DP itu biasanya berfungsi untuk melengkapi pembuatan tas berupa lem, karton, kain, benang dan aksesori lainnya yang tentunya tidak murah. Apalagi bagi pengrajin tas kulit asli, aksesoris yang terdapat pada tas haruslah bersifat premium. While, persediaan bahan baku kulit yang pengrajin peroleh diproduksi di Karawang dan Kalimantan, dalam bentuk yang sudah siap pakai. However, bahan baku tersebut sudah tersedia oleh pihak-pihak yang memberi pesanan, sehingga pengrajin tas hanya perlu melengkapinya dengan bahan pendukung pembuatan tas saja.

Pengrajin tas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Saya siap membantu anda untuk Tanya, Penawaran, Atau Pemesanan Tas. Silahkan hubungi Customer Services kami dibawah ini :

Chat with us on WhatsApp