Office Jl. Hayam Wuruk gg Sidodadi no 1 Bausasran Yogyakarta
085943777822

Konveksi Tas Jogja

Pusat Pabrik & Produsen Tas Ransel Seminar Tote Bag Murah

Konveksi Tas Jogja

Saat itu salah satu saudaraku alias pamanku yang berada di luar kota berkunjung ke rumahku, rumah yang sudah lama tak dikunjunginya, karena kesibukannya di luar kota. Kesibukan tentang pekerjaan, dan tentu saja keluarganya yang mengharuskan dia ada disana. Saudaraku itu datang bersama istri dan anak laki-lakinya yang kira-kira masih sekolah dasar. Tak banyak yang aku ketahui tentang anak itu, selain menggemaskan dan juga pendiam.

Toba disuatu malam keluargaku dan keluarga saudara berkumpul diruang tamu untuk membahas hal penting yang sama sekali tak aku ketahui, bahkan ibuku saja tak menyinggung ini sebelumnya. Aku duduk diantara ayah dan ibuku, karna aku hanyalah anak tunggal maka dari itu tak ada lagi disamping kami. Sementara diseberang kami duduk keluarga saudaraku. Karena tadi ibuku sudah memasak dari sore yang kuketahui karena sepulang kerja tadi sudah tercium bau-bau yang begitu menggugah selera. Karena lama tak berjumpa kamipun mengobrol-ngobrol panjang, hingga suatu obrolan itu membahas sesuatu yang penting. Jadi begini kakek kami ini belum lama meninggal, ya kira-kira berapa bulan yang lalu. Dan ternyata topik pembicaraan dari acara berkumpul ini adalah akan diadakannya peringatan kematian kakek kami itu. Acaranya akan diadakan dirumahku. Setelahnya, karena aku termasuk orang yang tidak tau apa-apa. Tampaknya mereka sedang ingin menyusun rencana tentang peringatan kematian kakekku. Yang akan dilakukkan minggu depan. Dimulai dari percakapan tentang bentuk makanan yang akan disajikan untuk tamu-tamu yang akan datang, sampai membahas tentang bingkisan.
“Siapa saja yang akan kita undang besok??” Suara ayahku dengan nada yang serius
“Beberapa bagian dari tetangga kita saja” balas ibuku
“Benar, orang-orang disekitar saja tak usah banyak-banyak” ucap saudaraku yang juga memberi persetujuaan
“Yaudah kalau begitu, bagaimana soal makanan-makanannya??” Tanya saudaraku
“Untuk makanannya kita akan masak bertiga, aku, anakku, dan istrimu” ucap ibuku, aku yang mendengar hanya mengangguk karena kebetulan
“Baik, berarti besok ibu yang beli bahan-bahan di pasar” pinta ayahku
“Siap” ucap ibuku
Karena aku merasa kasihan pada ibuku jika harus berbelanja sebanyak yang diperkirakan, maka aku mengajukan diri untuk membantunya
“Besok tak bantuin aja” timbrungku
“Baiklah” setuju ayahku
“Lalu bagaimana soal bingkisannya??” Tanya ibuku
“Ya, benar bagaimana soal bingkisan??” Istri saudaraku yang menambah bertanya
“Kita belikan bahan makanan saja seperti beras beberapa kilo, minyak beberapa liter, telur, mie instan, teh sama gula” usulku
“Benar juga, itu pasti akan lebih berguna lama ketimbang makanan” tegas ayahku
“Semua bahan-bahan itu akan kita masukkan kantong plastik??” Saudaraku bertanya sambil mengambil ubi goreng yang di baluti tepung. Yang ada tak jauh didepannya
” iya” ucap ayahku
“Jangan, lebih baik kita buatkan aja tas jenis totebag, sebagai kenang-kenangan” usul saudaraku
“Tidak mahalkah??” Ucap ibuku
“Tidak bu, aku tau cara dimana tempat membuat tas yang sekiranya murah” ucapku.

Beberapa hari yang lalu kantorku mengadakan acara bakti sosial yang hadiahnya termasuk tas, jadi aku mengetahuinya
“Di kota jogja??” Tanya ayahku karena masih ragu dengan usulku
“Iya di kota Jogja ini” tegasku
“Jika memang ada, lebih baik kita segera memesannya karena ditakutkan acara sudah mulai tapi tasnya belum jadi” ucap saudaraku
“Tak perlu kawatir pembuatan tasnya tidak akan lama” jelasku
“Bagaimana bisa?? Tidak lama. Kita akan membuat sekitar 30 lebih tas” bantah ayahku
“Bisa yah, lama pembuatannya kira-kira 5 harian” jelasku
“Benarkah??” Tanya ibuku
“Iya bu” tegasku
Aku jadi sefikit kesal, mengapa seolah aku mengatakan kebohongan pada mereka, padahal nyatanya memang ada, apa mereka pikir di kota jogja tidak ada produsen tas yang baik.
“Apa nama konveksi tas Jogja nya, siapa tau ibu juga mengenalnya” tanya ibuku
” Nama konveksi tas Jogja itu Tas Fandy, menurut teman sekantorku Konveksi tas jogja tersebut sudah berdiri hampir sebelas tahun, jadi sudah banyak sekali pelanggan tas yang setiap kali mengorder kesana” jelasku sambil menyeruput teh manis dengan sedikit gula favoritku
“Wah,tapi apa bisa di Tas Fandy membuat tas Totebag, kan kemaren bukannya tas yang kamu bawa pulang sisa bakti sosial bukan tas totebag.
“Iya memang bukan, tapi di tas fandy bisa membuat berbagai macam tas untuk berbagai kepentingan, termasuk tas totebag itu” jelasku lagi
“Bagaimana untuk desain tasnya, karena tas fandy juga memberikan kebebasan untuk mengkreasikan desain tas sesuai keinginan kita??”
“Bagaimana jika warna hijau diberi tulisan arab, kata kata bijak, dan tentunya diberi ucapan terimakasih atas kehadiran” usul saudaraku
“Gimana pada setuju tidak, dengan usul suamiku ini” tanya istri saudaraku yang tampaknya setuju dengan usul suaminya, kalo suami istri mah nurut aja
“Gimana ini bu” tanya ayahku ke ibuku, yang tampaknya dia masih bingung juga
“Yasudah, masalah desain kita nurut aja, toh kita ngga pintar juga buat desain. Untuk desain aku setuju. Nanti jika ada perubahan juga nggapapa.” Tanggap ibuku
“Baiklah besok pagi, kamu yang pesan disana” suruh ayahku kepadaku sambil menyeruput kopi yang terlihat panas sedari tadi, padahal sayang sekali jika dinikmatin dalam keadaan masih mengepul, tetapi karena ayahku adalah tipe orang yang nggak tahan panas jadi dia menunggu kopinya agar lebih dingin.
“Baik yah, tapi aku minta ditemani” ucapku, karena jujur aku tak tau alamat pasnya, jaga jaga agar nanti tidak kesasar di tengah jalan, tahukan kota jogja sangat luas, walau masih luas jakarta.
“Biar aku temani” usul istri saudaraku yang tampaknya menjadi antusias
“Aku juga” ucap anak saudaraku yang terlihat tidak ingin pisah dari ibu kandungnya, dia sangat menggemaskan. Karena dia tipe pendiam jadi dari tadi dia tidak berbicara. Hanya sibuk memakan cupcake buatanku. Aku memang sengaja membuat cupcake, karena sedari siang dia selalu mengemil coklat batang, jadi aku punya inisiatif untuk membuatkannya cupcake coklat dengan sedikit krim dan taburan permen bulat warna warni diatasnya.
“Baik, anak manis” ucapku, yang seketika membuatnya tersenyum dan tersipu malu melihatku
“Wah, dia jadi malu nih gara-gara kamu” canda ibuku yang disertai tawa kecil khasnya
“Jangan malu ya dek” tambahku sambil mengambil cupcake
“Iya kakak” balasnya yang lagi-lagi disertai mengambil cupcake.
“Hahahahaha” tawa ruangan ini pecah termasuk aku. Perutku sangat sakit. Dia sangatlah lucu dan menggemaskan. Apa saat aku kecil dulu juga selucu dan semenggemaskan dia, aku rasa tidak
“Sudah-sudah, mari kita lanjut. Bagaimana soal uang yang akan kita pake untuk membeli berbagai macam kebutuhan tersebut” tanya ayahku
“Kita iuran saja” jawab ibuku
“Baik kita iuran saja”
Dan setelahnya kami hanya mengobrol-ngobrol tentang pekerjaan ayah dan saudaraku yang sangat membosankan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi kekamar saja, dikarenakan kebosanan tersebut.

 

CV Karya Bintang Abadi atau Tas Fandy Jogja

Office, Jl. Hayam Wuruk 99, Sidodadi No.1, Bausasran, Yogyakarta

Nomer Telepon, 0274 5018969

Website, tasfandy.co.id / karyabintangabadi.com

Nomer Costumer Service, 0878-3122-3999 (Levi)

0878-3122-1999 (Dela)

0859-4377-7822 (Jauza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *